Headlines News :
Home » » Jepang Ternyata Pernah Miliki Kaisar Wanita

Jepang Ternyata Pernah Miliki Kaisar Wanita

Ditulis Oleh: MuTiaRa MawAr uNGu | Jumat, 02 November 2012 | 21:28 WIB | 5 comments

Foto Belling.net - Kaisar Jepang.

TOPENGKACAKU.COM - Bila pernah menonton film berjudul The Last Samurai pasti akan mengenal tentang tradisi luhur budaya Jepang.

Film yang disutradarai Edward Zwick dengan pemerannya Tom Cruise, Ken Watanabe, Billy Connolly, William Atherton ini bahkan sempat menembus box office pada tahun 2003.

Melalui film tersebut kita tanpa sadar akan terhipnotis dengan sikap ksatria seorang samurai Jepang. Dan sikap mulia lainnya adalah pribadi luhur seorang wanita dengan posisinya sebagai istri ksatria samurai. Ada hal yang bertolak belakang dengan tradisi lainnya, bagaimana istri ksatria samurai yang terbunuh justru harus melayani layaknya tamu dan merawat si pembunuh suaminya saat perang.

Melalui film tersebut terlihat bagaimana bakti dan pengabdian sosok wanita terhadap suaminya. Mungkin banyak yang menilai bahwa wanita menjadi sosok nomor dua dibanding pria. Sama dengan beberapa budaya masa lalu contohnya di Indonesia wanita dianggap sebagai 'konco wingking' artinya sosok yang berada di belakang mengurusi masalah ke rumah tanggaan dan menjadi nomor dua. Namun itu merupakan gambaran masa lalu, setelah perjuangan RA Kartini wanita makin maju dan sederajat dengan pria.

Nah di Jepang justru menunjukkan sebaliknya, pada sejarah masa lalu menunjukkan ternyata Jepang pernah memiliki kaisar wanita.

Di masa lalu ada yang disebut sebagai Zaman Kofun. Seperti yang dikutip dari wikipedia, ini merupakan zaman dalam pembagian periode sejarah Jepang yang dimulai pada pertengahan hingga akhir abad ke-3 sampai sekitar abad ke-7.

Mengacu buku sejarah tempo dulu, Zaman Kofun dan Zaman Asuka pernah disatukan menjadi Zaman Yamato, tapi dalam buku sejarah modern kedua zaman ini dianggap sebagai dua zaman yang terpisah.

Kofun adalah makam kaisar atau bangsawan dengan tanah yang dibuat membukit yang menempati lokasi yang berbentuk perpaduan lingkaran dan persegi empat seperti lubang kunci. Ciri khas Zaman Kofun adalah pembangunan Kofun secara terus menerus selama 300 tahun di banyak tempat di Jepang.

Pada Zaman Kofun terjadi berkali-kali perang perebutan kekuasaan yang sengit, berbagai macam cara kotor, tipu muslihat dan strategi digunakan untuk dapat berkuasa. Calon penguasa yang merasa lebih kuat tanpa ragu-ragu menyingkirkan semua penghalang termasuk membunuh saudara tiri atau saudara kandung. Pada zaman Kofun teknik irigasi untuk pengairan sawah berkembang dengan pesat.

Zaman Asuka, pada zaman tersebut pembagian periode sejarah Jepang yang permulaannya bertumpang tindih dengan akhir zaman Kofun, mulai akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-8 ketika istana kaisar dan ibu kota berada di Asuka (sekarang Prefektur Nara).

Kebudayaan Asuka mencapai puncaknya pada zaman kaisar Suiko, sedangkan kebudayaan Hakuhō mencapai puncaknya pada Zaman Kaisar Tenmu dan kaisar wanita Jitō.

Pada zaman ini, nama negara diganti dari Yamato atau Wa menjadi Nihon atau Nippon.

Kemudian muncul Zaman Nara (710 - 794), merupakan sebuah zaman dalam pembagian periode sejarah Jepang yang dimulai ketika kaisar wanita Genmei memindahkan ibu kota kekaisaran ke Heijō-kyō (Nara) pada tahun 710, berlangsung selama 84 tahun hingga kaisar Kanmu memindahkan ibu kota ke Heian-kyō pada tahun 794.

Fujiwara Nofuhito dianggap berperan besar dalam pemindahan ibu kota ke Nara. Nara dibangun mengikuti ibu kota Tiongkok di Chang'an. Nara dirancang sebagai kota pemerintahan dengan sebagian besar penduduknya merupakan pegawai pemerintah.

Sistem hukum Asuka kiyomihara dan Taiho ritsuryō yang mulai diberlakukan zaman sebelumnya dikaji kembali dan direvisi agar isinya sesuai dengan keadaan dalam negeri Jepang. Walaupun pelaksanaannya masih dalam tahap coba-coba, pada zaman ini Jepang sudah bertujuan menjadi negara hukum, sistem pemerintahan pusat dengan kekuasaan otokrasi di tangan kaisar.

Kaisar wanita pada zaman itu memiliki peran penting. Bahkan disebut menjadi zaman keemasan saat memerintah bahkan punya andil dalam memindah ibukota kerajaan. Memindah ibukota merupakan hal yang langka, butuh situasi khusus dan serius serta kepemimpinan yang unggul agar tujuan tersebut terlaksana.

Jepang dicatat sejarah bukan hanya maju di bidang teknologi maupun inovasi namun ternyata kepemimpinan dan pemerintahan yang cakap. (rob)
Share this post :
Tentang TopengKaca-Ku
TopengKaca-Ku lahir karena kecintaan yang begitu mendalam pada komik Topeng Kaca. Semoga TopengKaca-Ku bisa menjadi rumah bagi para Topeng Kaca Lovers khususnya yang ada di seluruh Indonesia. Thanks for visiting here
Jika teman-teman menyukai Artikel di TopengKaca-Ku, Silahkan klik di sini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu teman-teman akan mendapat info setiap ada artikel baru yang terbit di TopengKaca-Ku.

+ comments + 5 comments

nice post gan
menarik nih dan sangat bermanfaat sekali info nya
di tunggu info selanjutnya, thanks ya

22 Juni 2015 10.12

bagus sekali info yang di berikan
tambah betah blog agan
terimakasih info nya

ijin nyimak artikel nya
terimakasih atas informasinya
di tunggu artikel-artikel berikutnya

11 Agustus 2016 11.49

ijin nyimak artikelnya gan
terimakasih atas informasinya

terimakasih atas informasinya
menarik dan bermanfaat

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik ya.
Komentar TANPA NAMA (Anonymous) kemungkinan tidak akan direspons.

Gunakan Name/URL jika tidak mempunyai Google Accounts
- Nama: Masukkan nama Anda dengan jelas
- URL: Masukkan alamat email atau link web/blog Anda atau link Facebook account Anda.

 
Copyright © 2010. TopengKaca-Ku - All Rights Reserved
Site Owner: Mutiara Mawar Ungu