Headlines News :
Home » » Sinopsis TK Betsuhana 18

Sinopsis TK Betsuhana 18

Ditulis Oleh: MuTiaRa MawAr uNGu | Minggu, 26 Desember 2010 | 18:18 WIB | 19 comments

Scan & Translation by Fitria Shalala Defi
Synopsis & Editing by Mutiara Mawar Ungu


Masumi Membawa Maya ke Kamar

Seusai melihat bintang di dek kapal, Masumi masih nampak diam dan tatapan matanya terlihat dingin. Maya pun menyadari hal itu, namun Maya hanya bisa ikut terdiam tanpa berani bertanya apa-apa kepada Masumi. Tak berapa lama kemudian Masumi berlalu dari dek dan Maya pun mengikutinya dari belakang. Sepanjang berjalan, tak ada pembicaraan sama sekali antara mereka berdua. Sampai akhirnya Masumi berhenti di depan pintu sebuah kamar. Masumi mengeluarkan kunci kamar dari sakunya dan Maya yang melihat itu jadi bertanya-tanya sendiri. Lalu Masumi menyuruh Maya untuk masuk. Maya semakin bingung, apakah nantinya dia akan berada di satu kamar yang sama dengan Masumi. Namun demikian, perlahan Maya memasuki kamar itu dan berdecak kagum ketika melihat kamar yang sungguh luar biasa. Di tengah kekagumannya itu, Maya menatap ke arah Masumi dan lagi-lagi berkata dalam hatinya.

"Aku hanya berdua saja dengan Pak Masumi !? Di kamar ini.... ??"

Masumi bisa membaca ekspresi ketakutan di wajah Maya dan akhirnya dia tersenyum kecil lalu berkata, "Kau tenang saja, aku tidak akan mengganggumu. Jadi jangan berwajah ketakutan seperti itu. Aku tadi meminta mereka untuk menyiapkan kamar untukmu, tapi sayangnya hari ini semua kamar telah penuh. Jadi, kau beristirahat saja di kamar ini. Aku akan ke tempat lain."

Masumi meninggalkan kunci kamar itu dan keluar dari kamar. Ya tentu saja itu tidak jadi masalah, karena di kapal semewah itu tentu saja banyak terdapat sofa-sofa nganggur yang nyaman dan bisa dijadikan pengganti tempat tidur ;)

Sekarang Maya pun tinggal seorang diri di kamar yang luar biasa itu. Mata Maya menelusuri seluruh isi kamar dan akhirnya terhenti pada kamar tidur ganda. Maya terdiam mematung seketika dan terjebak dalam asumsinya sendiri. Maya berpikir bahwa kamar tidur itu memang sengaja dipesan untuk kencan Masumi dengan Shiori. Hal itu terasa sangat menyakitkan bagi Maya dan tak terasa dia duduk tersungkur di lantai dengan air mata yang mulai mengalir di wajahnya.

"Tidak.... !!! Aku tidak akan tidur... !!! Aku tidak mau tidur di kamar ini... !!!"

Masumi Membuang Kunci Kamar ke Laut

Setelah berganti pakaian, Maya berjalan keluar dari kamar itu dengan air mata yang masih tersisa di wajahnya. Tanpa sadar Maya berjalan menuju ke tempat Masumi dan Masumi pun akhirnya menyadari kedatangan Maya. Masumi terkejut ketika melihat Maya yang mengusap matanya. Masumi bertanya ada apa gerangan yang terjadi sama Maya. Namun Maya secepat kilat mengubah air mukanya dengan senyum yang dia paksakan.

Dengan sedikit terbata-bata, Maya akhirnya berkata, "Ehm... Itu... Saya mau berterima kasih untuk hari ini. Benar-benar seperti mimpi... Tapi waktu untuk sang Cinderella telah berakhir dan saya juga telah kembali ke wujud asli saya. Ini saya kembalikan kepada Anda... gaun, sepatu dan tas. Mohon Anda terima... Dan juga ini kunci kamar itu. Lagipula yang seharusnya memakai kamar itu adalah Anda, Pak Masumi. Saya bisa tidur di sofa mana aja... Tidak apa-apa... Saya sudah terbiasa seperti itu. Kamar itu dipesan untuk Pak Masumi dan Nona Shiori khan? Saya tidak mungkin tidur di kamar itu... Terima kasih banyak."

Tanpa terasa, air mata Maya kembali menetes dan hal itu diketahui oleh Masumi, sehingga ketika Maya hendak berlari meninggalkan Masumi, Masumi pun segera berteriak mencegahnya. Lalu Masumi pun dengan refleks berusaha memberikan penjelasan kepada Maya.

"Kau salah paham... Kau tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi... Aku tidak pernah memesan kamar itu. Aku pun awalnya naik ke kapal ini tanpa mengetahui apapun... Akhirnya baru aku tahu bahwa kapal ini adalah sebuah kejutan yang telah diatur Shiori, mungkin karena aku terlalu sibuk bekerja!!! Tadinya aku ingin turun dari kapal ini, sampai akhirnya kau tiba-tiba muncul... Aku juga tidak berminat untuk menempati kamar itu." Dan sambil berkata demikian, Masumi melempar kunci kamar itu ke laut.

Maya terkejut melihat reaksi Masumi. Maya tidak menyangka kalau Masumi akan berbuat seperti itu. Perlahan Maya berjalan mendekati Masumi yang masih nampak memandangi laut. Maya terus memandangi Masumi dan bertanya-tanya dalam hatinya, mungkinkah Masumi juga merasakan apa yang saat itu dirasakan oleh Maya. Tapi Maya secepatnya menepis hal itu, karena dia kembali melihat kenyataan bahwa Masumi adalah seorang direktur Daito yang usianya 11 tahun lebih tua darinya. Selain itu, Masumi juga mempunyai seorang tunangan yang cantik dan punya segala-galanya, yaitu Shiori. Rasanya tidak pantas Maya berpikir kalau Masumi punya perasaan yang sama dengan dirinya. Maya berdiri terdiam di dekat Masumi. Perasaan Maya bercampur aduk. Sesaat kemudian, Maya terkejut ketika Masumi memberikan mantelnya ke Maya karena udara malam itu mulai terasa dingin.

Maya Bahagia Berada di Samping Masumi

"Pak Masumi... ehmm... apakah saya boleh tetap berada di sini... di samping Anda... ?"

"Tentu saja... Memang tidak ada tempat lain, bukan? Lagipula kita berdua sama-sama tidak punya kamar."

Mendengar kata-kata Masumi barusan, keduanya pun akhirnya tertawa bersama. Maya merasa bahagia sekali meskipun hanya berbicara dengan Masumi. Hati Maya sangat senang dan terasa begitu nyaman. Padahal selama ini Maya sangat membenci Masumi, tapi saat itu perasaannya benar-benar berubah, Maya justru merasa sangat bahagia hanya dengan berada di samping Masumi.

"Gaun dan sepatu yang tadi, kau simpan saja ya... Anggap saja itu hadiah untukmu. Kau mau menerimanya khan ?"

Meskipun Maya sedikit kaget mendengar kata-kata Masumi barusan, tapi akhirnya Maya mau menerimanya karena sesungguhnya Maya memang menyukai gaun itu :)

Malam semakin larut dan sudah saatnya untuk tidur. Begitu juga dengan Maya dan Masumi yang sama-sama tidak punya kamar, akhirnya mereka pun tidur di sofa yang berbeda tentunya ;) Sampai akhirnya pagi menjelang. Sinar mentari di ufuk timur, menggelitik dan berhasil membuat Maya terbangun dari tidurnya. Sebuah pemandangan yang luar biasa telah terpampang dengan jelas di depan matanya. Maya begitu terkesima menyaksikan eloknya pemandangan pagi hari itu sehingga tak kuasa menahan untuk membangunkan Masumi agar bisa menikmati keindahan itu bersama-sama.

Sapu Tangan Berdarah

Dengan semangat yang menggebu-gebu Maya berusaha menarik tangan Masumi dan bergegas menyeret Masumi ke dek kapal untuk menunjukkan keindahan pagi hari itu. Masumi agak terkejut ketika melihat tangan Maya yang melingkar di lengannya dan menariknya itu. Namun keterkejutan Masumi teralihkan seketika sewaktu mereka berdua telah sampai di dek kapal. Seperti yang diteriakkan oleh Maya, mentari pagi hari itu benar-benar luar biasa gagahnya, sinar jingga terpancar ke segala arah memenuhi cakrawala. Sungguh pemandangan yang luar biasa...

"Luar biasa..!! Langitnya berwarna kemerahan. Mataharinya juga tampak besar dan megah. Sungguh indah...!! Saya mengajak Anda untuk melihat ini. Syukurlah Pak Masumi bisa menyaksikannya juga. Baru pertama kalinya, saya melihat matahari terbit seindah ini."

Masumi menatap Maya dan bertanya dalam hati, "Maya, kenapa kau ucapkan hal-hal seperti ini di depanku? Terkadang aku tak mengerti dirimu... Padahal kau membenciku tapi..." Kata-kata Masumi terhenti ketika tak sengaja, tatapannya tertuju pada sapu tangan di saku jasnya. Masumi jadi teringat sapu tangan yang ditemukan cleaning service di ruangannya itu sehari setelah dia diserang oleh berandalan di depan gedung Daito. Masumi menggunakan kesempatan itu untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi ketika dia tidak sadarkan diri di malam itu.

"Oya apakah kau melupakan sesuatu? Barang milikmu? Ini barangnya.... Ketika aku diserang malam itu di Daito, ini ditemukan di ruanganku." Kata Masumi sambil menyodorkan sapu tangan ke arah Maya.

Melihat sapu tangan itu, Maya sontak terkejut. Dia sangat mengenali sapu tangan itu, karena sapu tangan itu dia gunakan untuk mengusap darah di dahi Masumi. Wajah Maya mendadak berubah menjadi merah, Maya pun berusaha mengalihkan pandangannya dari Masumi dan bahkan tidak berani untuk menatap Masumi. Terjadi perang batin di dalam diri Maya, Maya tidak percaya kalau Masumi menyadari kejadian di malam itu. Perubahan ekspresi dan sikap Maya itu pun akhirnya disadari oleh Masumi. Hal itu membuat Masumi semakin bingung dan bertanya-tanya.

"Jadi... yang berada di sampingku malam itu adalah .... Yang menjagaku adalah... MAYA, kaukah itu? Jadi mimpi itu...??? Mimpi waktu itu adalah ..... Mungkinkah... ?? Air mata yang menetes di pipiku... bahkan hingga saat inipun aku masih bisa mendengar dialog Akoya-mu di telingaku. Mungkinkah semua itu... ???"

Dan untuk menyakinkan dirinya, akhirnya Masumi mengutarakan satu permintaan kepada Maya. Masumi meminta Maya untuk memerankan Bidadari Merah Akoya dan mengucapkan dialog perasaan cinta Akoya kepada Isshin saat itu juga.

"Anggap saja aku adalah seorang penonton. Aku ingin melihat Akoya-mu."

Mendengar permintaan Masumi tentu saja Maya jadi bingung mengira-ngira apa sebenarnya maksud Masumi memintanya seperti itu. Hal itu benar-benar mengejutkan, meminta Maya memerankan Akoya-nya sama saja dengan menyuruh Maya mengungkapkan perasaannya kepada Masumi. Meskipun awalnya bimbang, namun akhirnya Maya bersedia melakukan permintaan Masumi. Ya.... bersedia memerankan Bidadari Merah di atas lautan itu, dengan dek kapal adalah panggungnya, sinar matahari adalah lighting-nya dan Pak Masumi satu-satunya penontonnya. Semuanya itu dilakukan Maya hanya untuk Masumi, si Mawar Ungu, satu-satunya penggemar yang paling berharga untuk Maya di dunia ini.
 

<< Back to Betsuhana 17 || Next to Betsuhana 19 >>

Klik Di Sini Untuk Baca Online Betsuhana 18

Share this post :
Tentang TopengKaca-Ku
TopengKaca-Ku lahir karena kecintaan yang begitu mendalam pada komik Topeng Kaca. Semoga TopengKaca-Ku bisa menjadi rumah bagi para Topeng Kaca Lovers khususnya yang ada di seluruh Indonesia. Thanks for visiting here
Jika teman-teman menyukai Artikel di TopengKaca-Ku, Silahkan klik di sini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu teman-teman akan mendapat info setiap ada artikel baru yang terbit di TopengKaca-Ku.

+ comments + 19 comments

Anonim
28 Desember 2010 00.47

makasih sinopsis betsuhana 18-nya ya, sukaaaaaa! kayaknya sih betsuhana 17 dan 18 bakal digabung dalam satu komik deh, mungkin dalam Bidadari Merah 14 gitu (sok tau)

Anonim
28 Desember 2010 14.27

Aduhh... jadi deg2 an apa yang terjadi di betsu 19....
Pengennya sih pernyataan cinta... en langsung kissing mmuacchh

29 Desember 2010 16.37

wah... can't wait yg 19...
kapan nich yg 19 hadir???

Anonim
11 Januari 2011 14.43

iya neh...d tunggu banget lho...

11 Januari 2011 14.59

Sabar ya semuanya...
Di atas udah daku tuliskan, kalo Betsuhana 19 bakal keluar besok tanggal 26 Januari, jadi mari kita bersabar bersama2 (^^,)

Anonim
20 Januari 2011 07.00

makasi bwanyak ya... ;D
mmhh... mungkin in the future masumi tetep jd nikah ma shiori. cuma krn shiori orgnya lemah so ga bisa pnya anak. sementara maya semakin berkibar dan terkenal dan lbh dewasa. so masumi semakin cintaaaaa... selalu tetap mendukung dan melindungi maya.
Mereka yg dimabuk asmara akhirnya berbuah seorang putra. Putranya masumi yg bisa menjadi penerus daito. so masumi dilemma dong...antara shiori (istri) yg tdk bisa memberi keturunan dan pingsan2 mlulu ato maya (the flame) yg telah memberi penerus daito. maya itu affairnya masumi..seperti cerita Tsukikage sensei dan ichiren kan begitcu..history repeat itself.
sapa tau ntr krn sakitnya shiori dipanggil yg kuasa jadi masumi kan single lagi..
hahahah... biasa kurang kerjaan nih..so daydreaming.. ;D
thanks a lot jeng Mutiara ;)

Anonim
20 Januari 2011 08.49

betul itu, kalo nantinya masumi dijadiin sama shiori bukan sama maya setidaknya begitulah hayalan para fans yg kecewa.

tp aku tetep berharap suzue miuchi berbaik hati memberi ending yg bukan hanya luar biasa (spt janjinya) tapi jg ending indah dan romantis untuk para fans yg udah rela nunggu sampai bertahun2 malah sampai bela2in beli cetakan terbaru komik TK kayak aku, sampe diledek sama suami hik,hik...

Anonim
20 Januari 2011 13.39

aduhhhh......6 hr lg....ndak sabarrr....

Anonim
20 Januari 2011 20.26

hahah..aku jg diledekin ma swamiku ;P krn baca TK sampe lupa daratan dan lautan..LOL.. (makasi jeng Mutiara ;))

ocean
23 Januari 2011 14.34

thank you utk file download-an betsuhana 18 nya (gambar betsuhana 18 yg telah di scan & diterjemahkan ke bahasa indonesia). wah udah ga sabar nih nunggu betsuhana 19 nya. :)

Anonim
25 Januari 2011 15.18

gak sabar untuk menunggu kelanjutanya....

Anonim
26 Januari 2011 07.45

mutia, dah tanggal 26 nih, gimana betsu 19-nya? sudah ada tanda-tandakah dari fitria? dah gak sabaaar...

Anonim
26 Januari 2011 10.31

iya neh, koq betsu 19 lum ada ya???di tunggu lho...

Anonim
26 Januari 2011 12.41

betsu 19 kok blm ad yach?? kan sdh tgl 26....

ocean
26 Januari 2011 13.17

dengan sabar menunggu betsuhana 19, katanya akan ada hari ini kan ya? asik... asiiikkk....

Anonim
26 Januari 2011 15.55

masih menunggu betsu 19,,, udah mo jam 4 klo blum ada *) ga sabaaaaar :DDDD

Anonim
26 Januari 2011 16.04

Betsuhana 19 udah ada , sy udah baca
ughhhh akhirnya......

Anonim
26 Januari 2011 16.28

betsuhana 19 knapa blm ad yach padahal sdh mw jam 5, ap bsk bru ada???

Anonim
26 Januari 2011 16.42

udah ada kok, liat aja di bag hot news

Poskan Komentar

Mohon komentar dengan baik ya.
Komentar TANPA NAMA (Anonymous) kemungkinan tidak akan direspons.

Gunakan Name/URL jika tidak mempunyai Google Accounts
- Nama: Masukkan nama Anda dengan jelas
- URL: Masukkan alamat email atau link web/blog Anda atau link Facebook account Anda.

 
Copyright © 2010. TopengKaca-Ku - All Rights Reserved
Site Owner: Mutiara Mawar Ungu