Headlines News :
Home » » Sejuta Pelangi 1

Sejuta Pelangi 1

Ditulis Oleh: MuTiaRa MawAr uNGu | Senin, 04 Oktober 2010 | 04:05 WIB | 0 comments




Serial Topeng Kaca:
Sejuta Pelangi 1
Pengarang : Suzue Miuchi
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN:
EAN:
Tahun Terbit:
Halaman:


Pengen Memiliki Komik Ini? Klik Di Sini...


Sinopsis Cerita
(by Rimba Domesti & Mutiara)

Bianca, Sang Perompak Wanita

Hari itu adalah hari pertama Maya kembali masuk sekolah ke SMU Hitotsuboshi, setelah hari-hari kegagalannya sebagai seorang aktris. Maya telah memutuskan untuk menjalani kehidupannya lagi setelah masa-masa sulit itu. Walaupun dijauhi dan dicemooh oleh para penggemarnya, Maya tidak goyah. Dia berusaha untuk tidak mendengar ejekan orang-orang untuknya, karena itu sudah menjadi konsekuensi untuknya ketika dia telah memutuskan untuk bangkit kembali. Meskipun Maya sedang diboikot oleh dunia bintang, Maya terus mencari jalan untuk bisa berakting lagi. Salah satu usahanya adalah mencoba mendaftarkan diri menjadi anggota klub drama di sekolahnya. Namun sayangnya mereka tidak mau menerima Maya menjadi anggotanya, dengan alasan mereka tidak bisa menerima artis profesional dalam klub drama mereka.

Dengan kesal, Maya meninggalkan ruangan klub drama. Sepanjang jalan menuju kelasnya, Maya bertekad dalam hati untuk terus mencari cara lain karena Maya yakin pasti akan ada jalan untuknya meskipun dia harus mengalami penolakan di sana-sini.

BRUKKK...!!!!!!!

Mungkin karena terlalu semangat berjalan, Maya sampai tidak memperhatikan langkahnya hingga akhirnya dia tak sengaja menabrak Hiroko Kusaki, salah satu anggota perpustakaan di sekolah itu. Saat terjatuh itu, pandangan Maya tertuju pada buku yang tadi sedang dibaca oleh Kusaki. Buku itu berjudul Bianca, Sang Perompak Wanita.

Buku itu menceritakan tentang kehidupan Bianca Castani, yang terjadi 400 tahun lalu, sekitar tahun 1500-an. Bianca Castani merupakan salah satu anggota kerajaan Venesia. Ayahnya adalah seorang raja kerajaan Venesia sedangkan ibunya sudah meninggal saat dia masih berusia 8 tahun dan adiknya, Giulio, berusia 3 tahun. Bianca adalah seorang gadis yang cantik dan mempesona, tetapi secara diam-diam dia sering bermain pedang dan dia sangat mahir memainkannya. Pada saat berusia 13 tahun, keluarganya telah mengatur sebuah pernikahan Bianca dengan seorang yang setahun lebih tua darinya, Lorenzo Orsini, putra dari salah seorang bangsawan Genova. Hal ini dilakukan untuk mempersatukan 2 kota yang selalu berseteru. Pernikahan itu akan berlangsung ketika mempelai wanita berusia 15 tahun dan prianya 16 tahun. Awal mulanya Bianca menolak pernikahan tersebut, namun ketika bertemu dengan Lorenzo akhirna Bianca pun jatuh cinta padanya. Sayangnya banyak orang yang menentang penyatuan 2 kota ini sehingga selama 2 tahun antara pertunangan dan pernikahan mereka, begitu banyak kejadian buruk yang menimpa Bianca. Bibi Bianca, Elonora, menyarankan Bianca untuk mempekerjakan seorang pengawal. Namanya Alberto, seorang pemuda tampan berambut hitam yang berusia 18 tahun, berasal dari keluarga miskin tapi sangat mahir menggunakan pedang. Mereka berdua selalu bersama-sama sehingga banyak rumor tentang mereka bermunculan. Enam bulan sebelum hari pernikahan yang sudah direncanakan, duta besar Genova dan adik Lorenzo, Lucia, datang ke Venesia. Mereka datang bukan untuk mengatur pesta penikahan, tetapi untuk melihat dengan mata kepala mereka sendiri tentang kebenaran rumor tersebut.

"Perompak wanita, Bianca... Cerita menarik. Aku ingin memerankannya... Sekarang sih tak mungkin, tapi suatu hari nanti... pasti..."

Maya tetap berlatih akting meskipun hanya seorang diri. Namun akhirnya Maya merasa kesulitan ketika berlatih sendirian karena Maya tidak bisa menilai apakah aktingnya sudah bagus atau belum. Maya pun mendapatkan ide ketika melihat anak-anak yang sedang bermain. Maya mengajak anak-anak itu bermain teka-teki. Semua itu digunakan Maya untuk melatih pantomimnya. Kegiatan Maya ini akhirnya terdengar juga di telinga Bu Mayuko dan beliau merasa senang karena pada akhirnya Maya menemukan pembimbing yang hebat.

"Susah untuk membuat anak-anak mengerti. Kalau anak-anak bisa dibuat mengerti, setiap orang juga bisa. Itu yang terpenting dalam pantomim. Aku tak sabar menunggu perkembangan anak itu."

Panitia perayaan sekolah SMU Hitotsuboshi membuka pendaftaran bagi klub-klub, bazar atau pentas pribadi yang ingin ikut serta dalam perayaan sekolah. Maya pun sebenarnya juga ingin menyumbangkan sesuatu pada perayaan sekolah itu, "Untuk berakting, tak sendirian..." begitu pikirnya. Maya bertemu dengan Kusaki hari itu. Karena telah selesai membacanya, Kusaki meminjamkan buku Bianca, Sang Perompak Wanita kepada Maya. Maya menerimanya dengan senang hati, karena dia memang sangat tertarik dengan cerita di buku itu.

"Bianca, sang perompak wanita... Aku ingin memerankannya. Kalau buku ini naskahnya... Tapi nggak mungkin, dalam keadaan seperti ini aku tak dapat berbuat apa-apa. Ah... ingin sekali aku berakting... Ingin sekali aku pentas... Bagaimana caranya? Bagaimana cara menemukan jalan penyelesaiannya? Kalau terus kucari, tapi tak kutemukan...? Alangkah jauhnya Bidadari Merah..."

Siang hari itu, Maya diminta untuk membantu membersihkan gudang senam yang bertahun-tahun tak dipakai. Gudang itu penuh dengan barang-barang bekas. Maya jadi teringat waktu kecil dia sering bermain dengan barang-barang bekas. Akhirnya setelah bermain-main dengan semua barang bekas itu, Maya pun mendapatkan sebuah ide untuk melakukan pentas solo.

"Akan kulakukan! Akan kuperankan! Tentang naskah dan panggung, pasti bisa diusahakan! Aku harus membuat jalanku sendiri... Ya, membuat jalanku sendiri... Aku bisa pentas sendirian!"

Maya akhirnya mencoba mendaftarkan diri ke panitia dan berencana meminjam panggung aula untuk pentas solonya nanti, tapi sayangnya panitia tidak menerima pentas solo. Selain itu, aula juga sudah dipesan oleh klub Mandolin, klub Dansa dan klub Drama. Maya pun mencoba mendaftar ke panggung terbuka di lapangan sekolah. Lagi-lagi Maya ditolak. Pentas terbuka dimaksudkan agar banyak orang bisa ikut serta dalam pertunjukan, misalnya Dansa Volks, Lelucon, Teknik Suara Perut. Setiap orang hanya diberi waktu antara 2 sampai 3 menit, paling lama 15 menit, sedang pentas solo Maya lebih dari satu jam. Karena itulah, panitia tidak bisa menerima pendaftaran Maya. Namun hal itu tidak membuat Maya putus asa. Sembari tetap mencari tempat untuk pentas solonya, Maya mencari orang yang bisa menulis naskah. Kusaki akhirnya memperkenalkan Maya pada Hiroshi Yoshizawa, seorang murid dari klub sastra.

To Be Continued.... :)
Share this post :
Tentang TopengKaca-Ku
TopengKaca-Ku lahir karena kecintaan yang begitu mendalam pada komik Topeng Kaca. Semoga TopengKaca-Ku bisa menjadi rumah bagi para Topeng Kaca Lovers khususnya yang ada di seluruh Indonesia. Thanks for visiting here
Jika teman-teman menyukai Artikel di TopengKaca-Ku, Silahkan klik di sini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu teman-teman akan mendapat info setiap ada artikel baru yang terbit di TopengKaca-Ku.

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik ya.
Komentar TANPA NAMA (Anonymous) kemungkinan tidak akan direspons.

Gunakan Name/URL jika tidak mempunyai Google Accounts
- Nama: Masukkan nama Anda dengan jelas
- URL: Masukkan alamat email atau link web/blog Anda atau link Facebook account Anda.

 
Copyright © 2010. TopengKaca-Ku - All Rights Reserved
Site Owner: Mutiara Mawar Ungu