Headlines News :
Home » » Bidadari Merah 9

Bidadari Merah 9

Ditulis Oleh: MuTiaRa MawAr uNGu | Minggu, 03 Oktober 2010 | 15:36 WIB | 1 comments




Serial Topeng Kaca:
Bidadari Merah 9
Pengarang : Suzue Miuchi
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN:
EAN:
Tahun Terbit:
Halaman:


Pengen Memiliki Komik Ini? Klik Di Sini...


Sinopsis Cerita

Pesta Pertunangan Masumi

Maya benar-benar terkejut (shocked) mengetahui bahwa Pak Masumi, si Mawar Ungu yang selama ini selalu mendukungnya, hari itu bertunangan dengan Shiori. Saking terkejutnya, Maya sampai tidak sadar kalau gelas yang berada di tangannya terjatuh dan pecah sehingga mengundang perhatian semua orang yang ada di pesta itu. Dan saat itulah Pak Masumi pun akhirnya menyadari keberadaan Maya di pestanya. Meskipun sempat terkejut melihat Maya di pesta pertunangannya, namun Pak Masumi berusaha untuk tetap bersikap wajar. Pak Masumi pun menghampiri Maya untuk menyapanya sembari menggodanya seperti biasanya. Pak Masumi juga memperkenalkan tunangannya, Shiori, kepada Maya sebagai calon istrinya di masa depan. Dan saat itu, Shiori mengatakan kepada Maya bahwa dia bisa mengerti tentang belahan jiwa karena cintanya kepada Masumi. Maya semakin terkejut dengan penuturan Shiori. Maya seakan tak percaya bahwa cinta Masumi dan Shiori seperti yang ada dalam Bidadari Merah, sebentuk jiwa yang terbelah menjadi dua. Pak Masumi mengatakan kepada Maya kalau pesta perkawinannya akan diadakan setelah Pementasan Bidadari Merah, karena dia ingin melaksanakan perkawinannya dengan hati tenang. Lagi-lagi Maya dibuat terkejut dengan perkataan Masumi barusan. Rupanya Pak Masumi menunggu dulu sampai penentuan siapa yang akan memerankan Bidadari Merah. Ya... setelah Maya atau Ayumi ditetapkan menjadi Bidadari Merah, Pak Masumi akan menikah dengan Shiori. Maya berpikir bahwa Pak Masumi berkata demikian karena dia beranggapan Maya takkan bisa mendapatkan peran Bidadari Merah. Sifat asli Maya pun keluarlah, dengan berteriak Maya mengatakan kepada Pak Masumi bahwa dia takkan kalah dengan Ayumi meskipun dia tahu dirinya tak secantik, tak seanggun dan tak sepandai Ayumi. Maya menegaskan bahwa dia akan menjadi seorang Bidadari Merah yang hanya bisa diperankan olehnya saja dan dia takkan membiarkan Bidadari Merahnya kelak dipermainkan oleh Perusahaan Daito. Pak Masumi menanggapi semua perkataan Maya dengan senyum kecilnya, mungkin karena Pak Masumi sudah biasa mendengarkan Maya berkata demikian dan memang itulah yang selalu diharapkan Pak Masumi, melihat Maya selalu semangat dan memperjuangkan impiannya untuk menjadi Bidadari Merah. Namun sesaat kemudian sikap Maya berubah ketika dia memberikan ucapan selamat kepada Pak Masumi atas pertunangannya dengan Shiori.

"Satu lagi, Pak Masumi, aku ini bukan lagi seorang gadis mungil!! Jangan pernah memanggilku seperti itu lagi!! SEMOGA ANDA BAHAGIA!!"

Setelah itu Maya pun pergi meninggalkan Masumi sambil berlari dan menangis. Melihat itu, Pak Masumi merasa sedikit bingung, tapi dia berpura-pura seperti tidak terjadi sesuatu. Namun Eisuke yang menyaksikannya, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dari kejadian itu. Sementara itu, Maya terus berlari dan menangis sepanjang jalan. Dia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tadi di pesta lagi-lagi dia harus bertengkar dengan Pak Masumi, padahal dia tidak bermaksud begitu. Maya terus terngiang kata-kata Shiori tentang belahan jiwa, tentang cintanya kepada Pak Masumi. Hal itu membuat Maya semakin sedih dan terpukul.

"Padahal aku tahu kalau Pak Masumi memiliki seorang calon istri yang sangat cantik, kenapa aku bisa berpikir yang tidak-tidak? Bukan aku... bukan aku... belahan jiwanya, tapi Shiori. Dan inilah aku... Betul... Aku hanya seorang gadis mungil. Aku tidak cantik. Tubuhku seperti anak-anak, sama sekali tidak cocok berdampingan dengan Pak Masumi. Aku bukan bandingan Shiori. Dia begitu dewasa, cantik dan cocok untuk memakai perhiasan-perhiasan mahal. Mereka sangat cocok. Apalagi waktu dia berada begitu dekat dengan Pak Masumi, mereka betul-betul pasangan serasi. Syukurlah... Aku tidak melakukan hal yang bodoh. Kenapa aku bisa memimpikan hal yang aneh-aneh? Cinta seorang Bidadari Merah... Semua itu hanya mimpi di Lembah Plum. Semua itu hanya khayalan yang aku buat sendiri... Aku sendiri yang mengkhayalkannya. Belahan jiwa yang hilang... Belahan jiwaku... Jiwaku yang terbelah... Ternyata bukan aku... Belahan jiwa Pak Masumi bukan aku. Lalu siapa belahan jiwaku? Siapa? Dan di mana dia sekarang? Biarpun cuma khayalan... di mana bisa kutemukan orang yang begitu dekat kurasakan keberadaannya... Pak Masumi... Selain dia, siapa...?"

Semenjak kejadian di pesta pertunangan Pak Masumi itu, perasaan Maya menjadi begitu kosong. Semangat di dalam tubuhnya hilang entah ke mana. Hal ini membuat sahabat Maya, Rei, menjadi cemas dan khawatir, tapi Rei tidak tahu apa yang membuat Maya jadi seperti itu. Yang pasti kejadian hari itu memberi pengaruh yang amat dalam terhadap Bidadari Merah-nya Maya.

Konferensi Pers Pementasan Bidadari Merah

Hari itu Komisaris Utama Asosiasi Pagelaran Drama Panggung Jepang mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan tentang pementasan drama legendaris di dunia panggung yang tidak lain adalah Bidadari Merah. Ada 2 grup yang akan mementaskan Bidadari Merah yaitu Grup Onoda dengan sutradara Hajime Onoda dan Grup Kuronuma dengan sutradara Ryuzo Kuronuma.

Pemeran Utama Bidadari Merah:
Akoya adalah Ayumi Himekawa (Onoda) dan Maya Kitajima (Kuronuma)
Isshin adalah Kei Akame (Onoda) dan Yu Sakurakoji (Kuronuma)

Pemeran Lainnya:
Kepala Desa Ochi adalah Mitsuru Fujikura (Onoda) dan Takefumi Ajiro (Kuronuma)
Pendeta Desa, Obaba adalah Yukari Nonomura (Onoda) dan Megumi Furusawa (Kuronuma)
Jenderal Kusunoki adalah Hajime Kotohira (Onoda) dan Kozo Tanaka (Kuronuma)
Toichi adalah Midori Teragami (Onoda) dan ...................... seterusnya.

Dari dua grup yang akan mengadakan pagelaran uji coba ini akan dipilih pertama-tama sutradaranya, kemudian seluruh pemainnya, untuk bermain dalam pagelaran inti yang akan diselenggarakan kemudian. Setelah diadakan undian, telah diputuskan bahwa pagelaran uji coba Bidadari Merah akan dimainkan terlebih dahulu oleh Grup Kuronuma dan yang kedua oleh Grup Onoda. Sedangkan yang akan menjadi juri untuk pagelaran uji coba ini adalah Ibu Mayuko Chigusa, anggota asosiasi dan seluruh masyarakat umum yang akan menyaksikan pagelaran ini. Pagelaran uji coba akan diadakan tanggal 10 Oktober (*kayak ulang tahunku xixixixi... ooppss sory intermezo yang nggak penting*), tempatnya di Teater X, sedangkan pagelaran resmi drama Bidadari Merah akan digelar selama sebulan penuh, mulai tanggal 2 Januari tahun depannya. Tempat pagelaran baru akan diumumkan kemudian setelah penilaian ditetapkan dalam pagelaran uji coba. Dan yang membuat semua orang terkejut adalah ternyata Teater X itu bukan gedung sandiwara melainkan sebuah lahan proyek pembangunan yang akan dibangun sebuah stasiun baru dari bekas lahan stasiun lama Shiotomi. Tentu saja yang menjadi pertanyaannya adalah apakah mereka bisa bermain drama di tempat seperti itu, di tengah puing-puing dan rel-rel yang tersisa di sekitarnya, sebuah bangunan yang setengah runtuh, bekas sebuah stasiun... benar-benar seperti tempat buangan yang jauh dari kesan tentang sebuah pertunjukan panggung, sedangkan yang akan dimainkan bukan drama biasa tetapi sebuah drama legendaris Bidadari Merah? Betul-betul membuat kita semakin penasaran.

Latihan Bidadari Merah Dimulai

Di Studio Kid's, latihan Grup Kuronuma pun dimulai. Pak Kuronuma tidak mengijinkan wartawan masuk untuk mewawancari mereka, bahkan Pak Kuronuma menempelkan peringatan di pintu yang berisi:

BAGI YANG TIDAK BERKEPENTINGAN DILARANG MASUK!! JIKA MELANGGAR LARANGAN INI, SELAIN AKAN DITARIK KELUAR DENGAN PAKSA DARI TEMPAT INI, ANDA AKAN KAMI GANTUNG DENGAN KAKI DI BAWAH SEBAGAI HUKUMAN!!

Tentu saja tak seorang pun berani memasuki ruang latihan, setelah membaca tulisan di pintu itu. Siapa yang tidak bergidik, jika ancamannya sangat menyeramkan seperti itu. Semua itu dilakukan Pak Kuronuma agar tak seorang pun mengganggu latihan hari itu, termasuk para wartawan. Itulah salah satu bukti keseriusan Pak Kuronuma dalam memperjuangkan Bidadari Merah. Pak Kuronuma juga menegaskan kepada para pemainnya untuk selalu percaya diri dan bisa menunjukkan akting yang hanya mereka sendiri yang mampu melakukannya. Latihan hari itu dimulai dengan membaca naskah Bidadari Merah. Begitu pula dengan Maya, ketika gilirannya tiba, Maya pun mengucapkan semua dialog Bidadari Merah. Dan yang mengejutkan para pemain lain adalah ketika Maya mengucapkan semua dialognya, dia sama sekali tidak membaca naskah karena Maya memang sudah hafal seluruh dialognya setelah melihat pertunjukan Bu Mayuko di Lembah Plum. Sembari terus mengucapkan dialognya, pandangan Maya menerawang dan nampak begitu kosong. Koji menyadari hal itu, karena Maya hanya sekedar mengucapkan dialognya tapi tidak menghayati dialognya sama sekali. Koji mulai bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi pada Maya. Ketika sampai pada dialog Isshin dan Akoya, Maya kembali teringat dengan Pak Masumi dan semua kenangan indahnya bersama Pak Masumi, si Mawar Ungu yang selalu mendukungnya, membantunya dan memberinya semangat. Kenangan ketika melihat bintang di Planetarium, sewaktu Pak Masumi menerjang badai hanya untuk menepati janjinya melihat pertunjukan perdana Jane, si gadis serigala, dan ketika Pak Masumi memeluknya di kuil di Lembah Plum, semua kenangan itu menyeruak dalam pikiran Maya ketika mengucapkan pernyataan cinta Akoya kepada Isshin.

"Untuk apa sebuah nama dan sepenggal masa lalu? Kau 'kan masih hidup di sisiku saat ini... Dengan itu saja pun aku sudah merasa bahagia. Pada saat aku mencabuti rumput, hanya dengan mengingatmu, dadaku begitu bergemuruh dan hatiku melambung dengan hanya mendengar suaramu. Dan aku merasa sangat bahagia bila kau menyentuhku! Aku menyukai kehangatanmu! Aku berharap waktu tak akan berubah selamanya. Pria yang kucintai... Apakah kau sendiri memerlukan nama dan masa lalu? Atau apa yang dirasakan Akoya saat ini tidak seperti yang kau rasa terhadap diriku? Buanglah nama dan masa lalumu itu... Jadilah kau hanya milik si Akoya ini! Kalau tidak... suatu hari nanti, kau akan meninggalkan aku sendiri dan melupakan semua tentang si Akoya ini! Semua tentang Akoya ini..."

Tanpa sadar, Maya pun akhirnya meneteskan air matanya. Pak Kuronuma menjadi marah setelah melihat hal itu. Dia menampar Maya dan menegurnya karena pada adegan itu Maya seharusnya tidak menangis. Setelah itu, Pak Kuronuma menyuruh Maya untuk mencuci mukanya. Koji dan para pemain lain pun menjadi khawatir. Di dalam toilet, Maya menjadi bingung sendiri. Dia tak tahu kenapa kalau mengucapkan dialog Akoya, langsung terbayang Pak Masumi di kepalanya. Namun Maya berusaha untuk tegar karena saat ini dia adalah Akoya dalam Bidadari Merah.

Latihan pun dilanjutkan kembali dengan latihan gerak. Pak Kuronuma menyuruh setiap pemain untuk maju dan bergerak sesuai image yang ada di kepala mereka masing-masing. Satu per satu pemain pun akhirnya memainkan perannya masing-masing, termasuk Maya dan Koji. Semua pemain membicarakan mereka berdua. Mereka melihat Maya seharian ini tidak semangat berlatih sedangkan akting Koji tidak seperti Isshin yang seharusnya. Dan ketika Maya hendak memulai adegan percintaan Akoya dengan Isshin, lagi-lagi bayangan Pak Masumi muncul di hadapan Maya. Hal itu membuat Maya tidak dapat bergerak dan hanya diam saja. Tentu saja Pak Kuronuma marah besar melihat Maya seperti itu. Maya meminta maaf kepada Pak Kuronuma dan minta agar dia diijinkan untuk melakukannya sekali lagi.

"Aku ini kenapa ya? Kok jadi aneh begini... Aku seharusnya berada di Lembah Plum dan pria yang kucintai seharusnya adalah Isshin! Kenapa muncul Pak Masumi? Aku ini Akoya!! Kakandaku yang tercinta adalah Isshin..." Maya bertanya dalam hatinya sambil terus melanjutkan latihannya. Dia benar-benar bingung pada dirinya sendiri.

"Hari itu... Saat aku pertama kali melihatmu di lembah... Akoya ini langsung bisa mengerti... bahwa kau adalah belahan jiwaku yang hilang, yang dikatakan Obaba. Ketika dunia kita ini masih kacau, sang dewa melahirkan anak yang diturunkannya ke dunia. Pada saat itu jiwanya terbagi jadi dua, gelap dan terang, masing-masing bersemayam dalam tubuh yang berbeda. Bila gelap dan terang itu bisa bertemu kembali, pada saat itu manusia akan berubah menjadi dewa untuk melahirkan kembali jiwa-jiwa yang baru. Dan pada saat itulah akan muncul sebuah kekuatan ajaib... Kekuatan yang mempersatukan jiwa yang satu lagi. Umur, postur dan kedudukan sama sekali tak ada hubungannya. Bila keduanya bertemu, mereka akan langsung tertarik. Satu jiwa tak akan berhenti merindukan jiwa pasangannya. Mereka ingin segera menjadi satu. Jiwa keduanya seperti gila, saling mengikat pasangannya. Itulah CINTA. Cinta artinya kita merindukan jiwa sang kekasih untuk menjadikan manusia sebagai seorang dewa..."

Seusai adegan itu, Koji gantian mengucapkan dialog Isshin dan di akhir dialognya Isshin pun memeluk Akoya. Namun betapa mengejutkan sekali, Maya langsung menolak pelukan Koji dan berusaha mendorong Koji untuk melepaskan pelukannya, padahal Akoya pasti tidak akan melakukan hal itu kepada Isshin. Maya melakukan hal itu tanpa sadar, tubuhnya dengan refleks menolak pelukan Koji. Dan kali ini kemarahan Pak Kuronuma tak bisa lagi dihindarkan. Pak Kuronuma menggebrak meja dan menyuruh Maya keluar dari ruang latihan. Maya pun hanya terdiam dan menerima saja apa yang diperintahkan Pak Kuronuma karena dia memang telah melakukan kesalahan besar kali ini. Mendorong kekasihnya, Isshin, dengan kasar, bukanlah sesuatu yang akan dilakukan seorang Akoya dan itu memang sebuah kesahalan yang cukup fatal. Latihan pun kembali diistirahatkan. Koji menyusul Pak Kuronuma dan bermaksud untuk meminta maaf atas kejadian barusan. Tapi Pak Kuronuma mengatakan bahwa Koji tidak perlu minta maaf karena yang salah itu adalah Maya, bukan dia. Pak Kuronuma juga menyalahkan Maya karena telah salah memilih pacar di tengah latihan untuk pertunjukan sepenting ini. Koji yang mendengarnya pun sontak kaget karena dia tak menyadari akan hal itu.

"Dia itu putus cinta! Entah siapa laki-laki itu, tapi Maya betul-betul patah hati. Dia masih teringat orang itu, makanya terbawa saat melakukan adegan percintaan dengan Isshin."

Mendengar hal itu, Koji pun menjadi penasaran. Koji mengepalkan tangannya seakan tidak terima pada laki-laki yang telah membuat Maya patah hati.

Sementara itu, Ayumi juga sedang mempersiapkan latihan untuk Bidadari Merahnya. Kali ini dia menyuruh orang untuk mengeluarkan semua mebel dari apartemennya. Ayumi ingin mendekorasi ulang apartemennya untuk mengingatkannya pada tanah kelahiran Bidadari Merah. Ayumi melengkapi apartemennya dengan aroma terapi bunga plum yang sengaja dia pesan khusus. Sedangkan untuk penerangannya, Ayumi cukup memakai lilin. Ayumi juga sudah menyerahkan daftar makanan kepada bibinya. Ayumi tidak mau ada daging, ikan, mentega, keju, kopi, teh dan juga minuman penambah tenaga karena menurut Ayumi, Akoya tidak akan makan dan minum yang seperti itu. Sebagai gantinya Ayumi ingin bibinya menyiapkan bubur beras Genmai, wijen hitam, kacang rebus, acar buah plum, lalapan sayuran rebus dan air putih. Hal itu dilakukan Ayumi karena Ayumi ingin hidup sebagai Akoya sampai selesai pagelaran uji coba Bidadari Merah. Ayumi ingin masuk sedikit saja ke dunianya Akoya. Biarpun hanya sesaat, Ayumi ingin mendekatinya. Sebetulnya Ayumi ingin hidup di tengah-tengah gunung, tapi itu tidak dilakukannya karena Bu Mayuko pernah bilang kalau sebetulnya Bidadari Merah itu sudah ada dalam diri mereka masing-masing. Hanya saja sekarang ini Ayumi sama sekali belum mengerti bentuk Bidadari Merah yang sebenarnya. Ayumi tak bisa menyadari Bidadari Merah yang ada di dalam dirinya. Karena itulah, Ayumi berpikir bahwa dengan hidup mendekati cara hidup Akoya, mungkin hal itu bisa menolongnya. Karena kalau tidak, Ayumi akan merasa bahwa aktingnya sebagai Bidadari Merah hanya akan menjadi akting kosong tanpa perasaan dan dengan begitu, dia tidak akan menang melawan Maya Kitajima biarpun dia berakting sebagus apapun.

"Sebetulnya aku sangat bahagia. Hatiku berdebar penuh harap. Memang ini baru pagelaran uji coba, tapi akhirnya aku bisa mendapatkan peran itu. Bidadari Merah yang sejak aku kecil dulu sudah menjadi sumber kekagumanku, bahkan ibuku sendiri tak mendapatkan peran ini. Bagaimana cara berjalannya? Bagaimana cara bicaranya dan bagaimana suaranya? Roh dari pohon plum yang berusia 1000 tahun, seorang dewi yang suci. Rasanya begitu banyak hal yang harus kupikirkan dan yang ingin kulakukan. Aku betul-betul merasa senang. Imajinasiku tentang Bidadari Merah semakin membumbung tinggi. Bidadari Merahku, tubuhku ini ada untuk mengekspresikan image-nya. ANGIN... Angin adalah hatiku. Dengan angin yang seperti ini, bagaimana kira-kira hati Bidadari Merah ya? API... Api adalah kekuatanku, menghangatkan semua, lalu membakar habis. AIR... Air adalah jiwaku, yang menghidupkan segala sesuatu. TANAH... Tanah adalah cintaku, yang menumbuhkan segala sesuatu. BIDADARI MERAH... Segala sesuatu yang ada di dunia ini semuanya terinspirasi oleh Bidadari Merah. Bahkan di tengah kota seperti ini yang penghijauan alamnya hanya tinggal sepenggal, terasa adanya kekuatan, cinta serta jiwa Bidadari Merah juga hatinya. Angin adalah hatiku, api adalah kekuatanku, air adalah jiwaku, tanah adalah cintaku. Akan kucoba untuk memerankannya. Wahai, Bidadari Merahku!!!"

Kencan dengan Sakurakoji

"Aku Mai. Kurasa kamu pasti sibuk sekali latihan Bidadari Merah, makanya aku hanya mengirim SMS. Aku mendapatkan peran dalam pagelaran drama berikutnya. Hanya peran kecil sih, tapi aku akan gembira jika kamu bisa datang kemari untuk menontonku main... Aku tetap semangat berlatih, berharap suatu saat nanti bisa main drama bersama-sama kamu. Oh ya... aku sudah makin pandai bikin kue lho! Nih bluebery pie, kelihatannya enak kan? Lain kali aku akan membawanya untukmu!"

Meskipun pacarnya, Mai, terus mengirim pesan, tapi keesokan harinya Koji memilih untuk tidak datang latihan dan pergi menemui Maya. Hari itu Maya memang sedang diskors oleh Pak Kuronuma tidak boleh ikut latihan karena kesalahannya tempo hari. Namun Rei melihat Maya tampak aneh, kalau hanya karena diskors kenapa mata Maya begitu kosong dan kesepian. Ini benar-benar aneh, kalau cuma gara-gara itu, kok Maya sampai sesedih ini? Maya belum pernah menampakkan air muka seperti ini sebelumnya. Selain itu, Maya juga tidak nafsu makan. Rei terus menatap Maya dengan penuh tanda tanya. Namun sesaat kemudian, Rei dikejutkan oleh suara dari bawah apartemennya yang sedang memanggil-manggil Maya. Rei pun melihat keluar jendela dan mendapati Koji sedang melambaikan tangan di sana. Maya dan Rei pun keluar menemui Koji dan ternyata pagi itu Koji datang untuk menjemput Maya. Awalnya Maya berpikir kalau Koji menjemputnya untuk latihan, tapi ternyata Koji bolos latihan hari itu. Koji meminta Pak Kuronuma untuk menghukumnya juga karena kalau tanpa lawan mainnya, Koji tidak akan bisa latihan dan Pak Kuronuma pun menyuruh Koji keluar dari ruang latihan. Kali ini Koji mengajak Maya bermain-main ke Dunia Fantasi. Mereka mencoba banyak permainan di sana dan akhirnya itu bisa membuat Maya tersenyum lagi. Melihat senyum Maya, itu membuat Koji merasa senang sekali. Maya pun akhirnya menyadari kalau Koji begitu baik padanya. Dia menangis merasa bersalah pada Koji karena merasa selalu merepotkan dia dan bersikap tidak baik padanya. Koji memeluk Maya yang sedang menangis sambil berusaha untuk menenangkannya.

"Lupakanlah! Aku tak tahu apa yang terjadi padamu. Tapi, lupakanlah! Kalau tangis akan melegakan perasaanmu, menangislah! Dan kalau ada yang bisa membuatmu kembali seperti sebelumnya, aku rela melakukan apa saja untukmu!"

Setelah dari Dunia Fantasi, Koji dan Maya pergi ke Danau Kawaguchi. Di sana mereka membeli es krim dan melihat souvenir-souvenir lucu. Ketika sedang melihat-lihat, pandangan Maya tertuju pada sebuah kalung dengan liontin lumba-lumba sedang memeluk bola kristal. Pemilik toko itu mengatakan kalau liontinnya ternyata dijual sepasang. Yang melihat ke kiri adalah lumba-lumba betina sedangkan yang melihat ke kanan dan agak besar adalah lumba-lumba jantan. Akhirnya Koji memutuskan untuk membeli sepasang, satu untuknya dan satu lagi untuk Maya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih dengan sepasang kalung berliontin lumba-lumba. Pasangan yang begitu serasi, begitu kata pemilik toko itu. Keluar dari toko itu, mereka bertemu dengan Yoko, kakak sepupu Koji, yang kemudian mengundang mereka untuk makan malam di rumahnya. Ketika sedang membuatkan minuman untuk Maya dan Koji, mata Kak Yoko tak sengaja tertuju pada sepasang kalung berliontin lumba-lumba yang dipakai oleh Maya dan Koji. Hal itu membuat Kak Yoko menyimpulkan bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih. Akhirnya Kak Yoko pun tergoda untuk mengambil foto Maya dan Koji yang sedang asyik memberi makan pada burung-burung yang berdatangan ke rumah Kak Yoko. Kak Yoko lalu mengirimkan foto pasangan serasi di tepi danau itu ke handphone Koji. Koji menjadi salah tingkah karena Kak Yoko telah salah mengiranya sedang pacaran dengan Maya. Tapi sebelum Koji sempat memberikan penjelasan, Kak Yoko meminta Koji dan Maya untuk membantunya memasak. Sementara Kak Yoko membuat kukusan Calpacho dengan anggur, Maya dan Koji diminta memasak Spagetti dan membuat Salad. Meskipun awalnya Koji menggerutu karena disuruh seenaknya sama Kak Yoko tapi akhirnya Koji mengerjakannya dengan senang karena dia memang ahli memasak Spagetti. Kali ini Koji akan membuat Spagetti Carbonara dengan Bacon serta Spagetti Sea Food. Hemmm... sepertinya enak nih (",)

Melihat Maya dan Koji yang seperti pasangan pengantin baru itu, lagi-lagi Kak Yoko usil ingin mengambil foto mereka berdua. Beberapa foto jadilah sudah dan dikirimkannya ke handphone Koji. Malam itu mereka bertiga nampak sangat bahagia sekali menikmati makan malam bersama dan minum anggur, sampai tak sadar hari sudah sangat malam. Ketika Kak Yoko hendak menyuruh Maya dan Koji pulang, tiba-tiba Maya langsung tergeletak di sebelah Koji. Karena terlalu banyak minum anggur, sepertinya Maya mabuk berat xixixixixi.... Dan akhirnya Maya dibaringkan di dalam kamar.

Jam 2 pagi, Maya terbangun dari tidurnya. Dia baru ingat kalau tadi dia kebanyakan minum anggur sampai kesadarannya hilang. Maya panik karena dia telah membuat Koji dan dirinya terpaksa menginap di rumah Kak Yoko gara-gara ulahnya. Sesaat setelah itu, Maya melihat keluar dan mendapati ada Koji di luar rumah. Maya pun bangun dan mendekati Koji untuk minta maaf. Tapi Koji ternyata juga sudah memberi tahu Rei kalau Maya malam ini tidak pulang. Akhirnya Maya pun bisa bernafas dengan lega mendengar itu. Maya pun tergoda untuk melihat bintang seperti yang sedang dilakukan Koji saat itu. Maya mengucapkan terima kasih kepada Koji karena Koji telah membuat semangatnya muncul kembali. Setelah itu Maya melepaskan kalung berliontin lumba-lumba yang dipakainya dan bermaksud untuk mengembalikannya kepada Koji. Maya merasa bersalah kepada Mai jika harus memakai kalung yang sama dengan Koji. Tapi Koji tidak mau menerimanya, Koji malah berjanji bahwa besok akan melepas kalung yang dipakainya dan berharap Maya tidak mengembalikan kalung yang dia hadiahkan untuknya. Akhirnya Maya pun mau menerima kalung itu lagi dan Koji memakaikannya ke leher Maya. Sewaktu membicarakan tentang latihan Bidadari Merah, Maya bertanya pada Koji apakah yang disebut belahan jiwa itu betul-betul ada.

"Bagiku, belahan jiwa itu adanya di atas panggung walaupun misalnya di dunia nyata aku tak bisa mendapatkannya. Cinta tak akan berakhir dengan adanya kematian, begitu kata Isshin. Cinta akan terus ada walaupun ada kematian. Jiwa dan jiwa saling bertaut menjadi satu. Belahan jiwa, diri kita yang satu lagi. Kalau aku bisa menemukan seorang yang demikian, pasti aku sudah tak mencintai siapapun selain dia. Aku ingin cinta yang seperti itu... di atas panggung, denganmu. Aku akan menjadi Isshin di panggung. Karena itu, aku menginginkanmu jadi Akoya. Di panggung, kita saling bertemu sebagai Isshin dan Akoya. Jiwa terpenggal yang menjadi satu... Kau adalah belahan jiwaku. Kalau sudah bertemu begini, jiwaku yang sepenggal lagi sangat menginginkanmu. Mengerti, Maya ?"

"Baiklah, Koji. Aku adalah belahan jiwa Isshin. Sesudah kita bertemu seperti ini, pasti guratan nasib akan menentukan. Aku akan menjadi Akoya di panggung! Aku akan menjadi Akoya yang pantas mendampingi Koji sebagai Isshin."

Kembali ke Latihan Bidadari Merah

Pak Kuronuma marah besar mengetahui Maya dan Koji pergi ke Dunia Fantasi dan bermain seharian di sana ketika sedang mendapat hukuman tidak boleh ikut latihan dari Pak Kuronuma. Sebagai akibatnya, Pak Kuronuma menghadiahkan hukuman baru lagi untuk Maya dan Koji yaitu selama seminggu mereka harus membereskan dan menyapu ruangan tempat latihan setelah pemain yang lain pulang. Meskipun di luar nampak marah, tapi sebenarnya Pak Kuronuma merasa senang karena melihat mata Maya dan Koji yang begitu bersinar-sinar dan penuh semangat. Buat Pak Kuronuma, sebetulnya latihan tidak selalu harus di ruang latihan, karena itulah Pak Kuronuma bisa memaafkan apa yang diperbuat oleh Maya dan Koji kemarin. Setelah dihukum sehari, akting Maya dan Koji pun mengalami kemajuan. Mereka jauh lebih bisa mendalami peran mereka sebagai Akoya dan Isshin. Namun masalah baru sepertinya akan muncul di antara Maya dan Koji, setelah kencan sehari mereka kemarin di Dunia Fantasi dan Danau Kawaguchi, apalagi ada yang melihat mereka berdua datang bersama-sama ke tempat latihan pagi ini setelah menginap di rumah Kak Yoko.

Sementara itu, di tempat yang lain, Rei dan teman-teman Maya juga sedang membicarakan Maya yang pulang pagi dan menginap semalaman di rumah sepupunya Koji. Sayaka berteriak terkejut mendengar hal itu, padahal saat itu mereka sedang berada di sebuah restoran. Tentu saja hal itu membuat semua tamu pengunjung restoran itu melihat ke arah Rei dan kawan-kawan. Di sana ternyata juga ada Hijiri yang sedang mendengarkan percakapan mereka secara diam-diam, sebagai bahan laporan kepada bosnya, siapa lagi kalau bukan Masumi Hayami, karena memang itu sudah menjadi salah satu tugas Hijiri untuk memata-matai Maya. Rei mengatakan kalau Maya akhir-akhir ini agak aneh, jarang ngomong, tidak ada nafsu makan dan kerjanya melamun terus. Tiap malam juga kelihatannya Maya tak bisa tidur. Pada akhirnya obrolan mereka sampai juga kepada si Mawar Ungu yang sudah jarang mengirim mawar untuk Maya, padahal dulu sering sekali. Rei dan teman-teman mulai bertanya-tanya kenapa si Mawar Ungu, sinterklas-nya Maya tidak mengirim mawar lagi?

Maya pun menyadari hal yang sama. Sewaktu istirahat latihan, ada seorang dari toko bunga yang datang ke studio tempat Maya berlatih untuk mengantarkan kiriman bunga. Maya pun segera berlari mendekati si pengantar bunga itu, karena berpikir bahwa pasti itu dari Mawar Ungu. Namun kali ini Maya telah salah sangka, karena ternyata kiriman bunga itu bukan dari Mawar Ungu untuknya melainkan untuk Nona Nakamura dari pacarnya. Maya mendadak menjadi kecewa, karena saat itu dia benar-benar sedang menantikan kiriman mawar ungu dari pengagumnya itu, Pak Masumi.

"Mawar Ungu... Akhir-akhir ini aku tak menerima kirimannya... Si Mawar Ungu... Pak Masumi... Jangan-jangan dia sudah melupakanku? Dia begitu asyik dengan tunangannya itu!! Mana dia ingat padaku, seorang pemain panggung bertubuh mungil dan sombong! Aku berharap pengagumku itu tak akan berubah pandangannya terhadapku... Wahai Mawar Ungu, apakah kau akan melupakanku begitu saja ?"

Seperti biasa Hijiri bertemu dengan bosnya secara diam-diam, memberikan semua laporan investigasinya, termasuk salah satu di antaranya tentang Maya. Hijiri menyerahkan foto-foto Maya dan Koji sewaktu mereka pergi ke Dunia Fantasi di Fujisanroku yang diambil oleh seseorang dan telah dikirimkan ke penerbit majalah. Hijiri juga menyampaikan bahwa banyak orang menggosipkan masalah ini di tempat latihan Maya. Selain itu, Hijiri menunjukkan kepada Masumi tentang kalung berliontin hadiah dari Koji yang dipakai terus oleh Maya. Ketika Hijiri bertanya mau diapakan selanjutnya, Masumi menjawab "Biarkan saja!" dengan wajah yang sangat dingin. Masumi berdalih bahwa main di Dunia Fantasi sama sekali bukan skandal dan kecil kemungkinan untuk jadi artikel, jadi untuk sementara biar dianggap sebagai promosi untuk Bidadari Merah. Hijiri terkejut melihat reaksi Masumi. Dia tidak menyangka bahwa Masumi akan membiarkan masalah ini begitu saja, padahal dia jelas-jelas tahu kalau masalah ini akan cukup berpengaruh untuk bosnya itu. Selesai menerima laporan dari Hijiri, Masumi akhirnya meninggalkan tempat itu. Ternyata Shiori sudah menunggunya di dalam mobil. Hari itu Masumi dan Shiori berencana untuk bertemu dengan Ketua Panitia Pesta Perkawinan mereka berdua. Hijiri menatap kepergian Masumi dengan pandangan penuh tanda tanya.

Masumi Bertemu dengan Sakurakoji

Hari itu Koji telah menyelesaikan pemotretan untuk majalah. Koji berjalan keluar ruang pemotretan dan mulai menuruni tangga sambil terus memandangi fotonya bersama Maya di handphone-nya. Pada saat yang bersamaan, Masumi sedang memasuki gedung yang sama dengan gedung tempat pemotretan Koji. Koji terlalu asyik memandangi foto di handphone-nya, sampai-sampai dia kurang memperhatikan langkahnya hingga akhirnya menabrak orang yang sedang naik tangga. Handphone Koji pun terlempar dari tangannya dan jatuh tepat di bawah kaki Masumi. Masumi mengambil handphone Koji dan tidak bisa menghindari untuk melihat foto Maya bersama Koji yang sedang tertawa dan memakai sepasang kalung berliontin lumba-lumba. Meskipun nampak kurang senang melihatnya, Masumi memberikan handphone itu kepada Koji. Setelah itu Masumi dan Koji pun akhirnya duduk dan minum bersama. Masumi mulai menyinggung tentang sepasang kalung berliontin lumba-lumba dalam percakapannya dengan Koji. Masumi ingin tahu seberapa jauh hubungan Maya dan Koji sebenarnya. Dan Koji pun memberikan penjelasan mengenai foto dan kalung itu.

"Maya malah berniat mengembalikan kalung itu, katanya dia tak bisa memakai kalung yang sama denganku. Karena itu kulepas punyaku. Ah sudahlah... aku memang sudah terbiasa ditolak oleh Maya seperti itu. Dia kekasihku di atas panggung. Saat ini, aku hanya berpikir untuk bisa memerankan kekasihnya di atas panggung. Cinta Bidadari Merah... Belahan jiwa... bagian dari diri yang berbagi jiwa... Apakah betul di dunia ini ada orang yang seperti itu? Alangkah ajaibnya jika kita bisa bertemu dengan orang seperti itu. Seumur hidupku, aku tak akan bertemu dengan orang yang seperti itu di dunia nyata ini. Tapi di atas panggung Bidadari Merah, aku bisa bertemu dengan orang yang sudah ditakdirkan menjadi pasanganku. Bagian dari diriku... Belahan jiwaku... Bagian dari diri yang berbagi jiwa... yaitu Akoya. Maya adalah belahan jiwaku di atas panggung, Pak Masumi. Kalau aku turun panggung, bahkan untuk memakai kalung kembar saja tidak bisa! Betul-betul hanya lawan main di atas panggung. Tapi... biarpun cuma di atas panggung, aku senang bisa bertemu dengan lawan mainku itu. Aku betul-betul merasa bersyukur bisa menjadi Isshin."

"Aku iri padamu... Belahan jiwa ya... Mungkin apa yang kau katakan itu betul, pasangan yang seperti itu hanya bisa kita temukan di atas panggung! Di dunia nyata, itu cuma mimpi. Walaupun kita bisa bertemu dengannya, tapi kita tak bisa memilikinya!"

Namun Masumi harus mengakhiri obrolannya bersama Koji karena bawahannya mengingatkan kalau sudah waktunya untuk pergi. Namun sebelum pergi, Masumi berkata kepada Koji,

"Belahan jiwa... Kalau saja ada keajaiban yang membuat kita bertemu dengan pasangan kita yang seperti itu... Mungkin orang baru akan menyadarinya... bahwa selama ini dia hidup sendirian dan kesepian. Dan kalau kita tak bisa memilikinya, kita pasti....................."

Masumi tidak melanjutkan kata-katanya dan langsung berlalu pergi dari hadapan Koji. Koji ditinggalkannya dengan penuh kebingungan mengartikan maksud dari perkataan Masumi. Koji juga dibuat penasaran dengan kata-kata Masumi yang tidak dilanjutkan.

Pertunjukan Drama Musik dan Makan Malam Bersama

Akhirnya hukuman dari Pak Kuronuma berakhir hari ini. Maya dan Koji pun membersihkan ruang latihan dengan semangat, hingga akhirnya perut keduanya pun berkokok macam suara ayam kruyuk kruyuk... Ketika sedang membersihkan meja, Maya melihat masih ada sisa makanan di sana, sebuah pocky dan roti kacang merah. Maya pun membagi pocky dan roti kacang merah itu menjadi dua, setengah untuknya dan setengah lagi untuk Koji. Selesai membersihkan ruang latihan, Koji mengantar Maya pulang ke apartemennya. Sesampainya di rumah, Koji kembali teringat dengan Maya yang memberikan setengah pocky dan roti kacang merah tadi untuknya. Lalu Koji mulai bertanya-tanya, apakah ketika cuma ada satu makanan, Akoya dan Isshin juga akan saling berbagi? Kalau keduanya hidup bersama, kemungkinan besar hal itu akan terjadi.

"Maya... Belahan jiwa di atas panggung... Hanya di atas panggung..."

Karena para pemain mendapatkan hari libur, maka Koji memberikan sebuah tiket pertunjukan drama musik kepada Maya. Selain itu, Koji juga berencana mengajak Maya makan malam di sebuah Restoran Masakan Laut Tengah seusai menonton pertunjukan itu. Maya pun menerima ajakan Koji. Maya menceritakan semua itu kepada Rei, sahabatnya. Maya belum mengerti juga kalau sebenarnya Koji sedang mengajaknya berkencan. Maya baru menyadari hal itu setelah Rei menyuruhnya untuk berdandan rapi sebelum pergi kencan bersama Koji. Tak jauh berbeda dengan Maya, malam itu Koji mengenakan jas dan dasi. Maya sampai pangling ketika melihat Koji. Maya juga memuji Koji keren dengan pakaiannya malam itu sampai Koji menjadi GR mendengar pujian Maya. Sebaliknya Koji juga memuji Maya, karena Maya terlihat cantik dengan rok mini, blezzer dan juga kalung berliontin lumba-lumba di lehernya.

Pertunjukan drama musik pun berakhir dengan luar biasa. Maya dan Koji sangat kagum melihatnya. Seusai dari pertunjukan, keduanya menuju ke sebuah restoran mewah yang terletak sangat dekat dengan laut untuk makan malam. Maya senang sekali karena baru pertama kali ini dia pergi ke restoran yang sangat mewah. Di waktu yang bersamaan, ternyata Masumi juga datang ke restoran itu bersama dengan Shiori, tunangannya. Ketika Masumi dan Shiori sedang menikmati pemandangan malam dari tempat duduknya, Masumi terkejut karena melihat Maya ada di restoran itu juga bersama dengan Koji. Mereka berdua terlihat sangat gembira sekali menikmati makan malamnya. Masumi mulai terlihat kesal menyaksikan pemandangan itu.

"Koji, kamu baik sekali! Tapi memang sejak dulu kamu selalu baik! Kamu selalu memberikan kedamaian, seperti memberi obat pada luka... Hanya dengan bersamamu, aku merasakannya..." kata Maya dalam hatinya.

Di tengah makan malam itu, Koji menceritakan kepada Maya pengalamannya untuk membangun imajinasi tentang peran Isshin. Koji berlatih menggunakan pisau pahat yang dia peroleh dari seorang yang bernama Pak Kakei, seorang pemahat patung Buddha, tapi malangnya selalu berakhir menjadi boneka Daruma. Malah ketika Koji mencoba memahat patung bidadari, adiknya mengira itu patung Kokeshi. Mendengar cerita Koji barusan, Maya pun tak bisa menahan tawanya.

"Kalau misalnya aku bisa berhasil memahat sebuah patung Bidadari Merah yang bagus, itu pasti akan kuhadiahkan padamu, Maya."

"Makasih. Aku tunggu! Kalau kamu yang memahatnya, tak peduli seperti apapun patung itu, akan kujaga baik-baik. Aku bersyukur yang menjadi Isshin itu kamu! Kalau bukan kamu, mungkin aku masih belum bisa tertawa seperti ini. Aku pasti kehilangan semangat dan tak bisa berlatih lagi. Terima kasih, Koji..."

"Maya, kamu masih ingat nggak... aku pernah bilang padamu, suatu hari nanti aku ingin main dalam Bidadari Merah bersamamu, kan? Itu betul-betul keluar dari hatiku!! Karena itu, waktu aku dipilih sebagai Isshin, aku bahagia sekali! Karena cita-citaku waktu itu akan tercapai, main dalam drama Bidadari Merah bersamamu. Maya tak bisakah kita kembali seperti waktu itu? Seperti............"

Sebelum Koji sempat melanjutkan kata-katanya, handphone-nya berbunyi dan Koji terkejut ketika mengetahui yang meneleponnya adalah Mai. Lalu Koji permisi ke tempat lain untuk menjawab telepon dari Mai. Namun karena terlalu lama, akhirnya Mai hanya meninggalkan pesan suara.

"Ini Mai. Karena kamu tak bisa terima telepon, aku simpan pesan saja. Aku meneleponmu karena sudah lama rasanya tak mendengar suaramu. Kamu lagi sibuk ya? Besok hari ulang tahun adikku. Mama dan aku mau bikin makanan yang banyak, kamu mau datang kan? Mama menyuruhku mengundangmu. Aku tahu kamu sibuk, tapi kuharap kamu bisa datang walaupun cuma sebentar. Kutunggu jawabanmu..."

Sementara itu Maya yang ditinggalkan Koji di meja makannya, mulai merasa jenuh, karena Koji cukup lama perginya. Namun sesaat kemudian, seorang pelayan restoran datang menghampirinya dan memberikan sebuah pesan dari seseorang lengkap dengan sebuah mawar ungu.

Aku tak sabar untuk menonton Bidadari Merahmu... 
Selalu dan selalu... 
Dari hatiku yang paling dalam... 
Dari pengagum setiamu

Maya bangkit dan melihat ke sekeliling. Dia berusaha mencari Pak Masumi, si Mawar Ungu, karena ternyata dia ada di restoran yang sama dengannya. Maya akhirnya tahu bahwa rupanya Pak Masumi terus memperhatikannya dan sekarang dia ada di suatu tempat di restoran itu. Maya terus berusaha mencari Pak Masumi ke seluruh tempat di restoran itu. Namun masih saja tak bisa menemukannya. Sementara itu, Pak Masumi terus mengawasi Maya dari tempat duduknya dan tak berapa lama kemudian Pak Masumi mengajak Shiori untuk meninggalkan restoran itu dengan alasan ada keperluan mendadak.

Maya yang belum juga berhenti mencari Pak Masumi, akhirnya sampai juga ke tepi laut. Sambil terus membawa mawar ungu, Maya terus berjalan mendekati laut. Kecelakaan pun tak bisa dihindari. Karena kaki Maya terjerat tambang penyambat perahu boat, akhirnya Maya tercebur ke laut bersamaan dengan melajunya perahu boat itu. Semua orang pun menjadi panik dan berlarian ke tepi laut. Mereka berusaha berteriak kepada nahkoda perahu itu untuk menghentikan perahunya, namun rupanya dia tidak mendengarnya karena ternyata dia sedang menutup telinganya dengan headphone untuk mendengarkan musik. Maya pun semakin terbawa arus laut. Berita tentang seorang gadis yang jatuh ke laut itu akhirnya terdengar juga di telinga Koji dan juga Masumi. Hal itu membuat Koji dan Masumi menuju ke tepi laut juga untuk melihat siapa gadis yang malang itu. Dan ketika mengetahui bahwa gadis itu adalah Maya, tanpa pikir panjang Koji dan Masumi pun bergegas berlari untuk menolong Maya. Kali ini Koji lebih duluan terjun ke laut dan menolong Maya dibandingkan Masumi, sehingga Masumi hanya bisa menyaksikan adegan romantis itu dari tepi laut.

Akhirnya Koji berhasil menyelamatkan Maya. Koji menggendong Maya yang sedang pingsan dengan kedua tangannya. Mawar ungu yang sedari tadi berada dalam genggaman Maya akhirnya terjatuh juga. Sementara itu, Masumi tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya diam saja melihat Maya tergeletak pingsan dalam gendongan Koji. Masumi terkejut ketika melihat ternyata malam itu Koji mengenakan kalung berliontin lumba-lumba yang sempat dilepasnya, karena Maya pernah bilang tidak bisa memakai kalung yang sama dengan Koji. Apakah kalung berliontin lumba-lumba yang disembunyikan di balik krah baju itu pertanda perasaan Koji yang sebenarnya? Masumi mulai mempertanyakan arti kalung itu yang sebenarnya bagi Koji.  Dan sesaat kemudian setelah Maya tersadar dari pingsannya, Maya menangis meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada Koji. Meskipun Koji bilang Maya tidak perlu berterima kasih, namun Maya masih terus menangis sedih, bukan karena kecelakaan itu tapi karena dia tak bisa bertemu dengan Pak Masumi.

Cangkir yang Pecah di Daito

Maya dan Koji berlatih seperti biasanya. Waktu itu Koji pergi ke ruang ganti ketika sedang tidak ada adegan yang diperankannya. Koji dikejutkan oleh sekelebat bayangan yang menghilang dengan sangat cepat ketika pintu ruang ganti dibukanya. Koji merasa seperti ada orang tadi, tapi setelah dilihat-lihat ruang ganti itu ternyata sepi. Koji mendapati lemarinya tak terkunci padahal dia yakin sekali kalau tadi dia menguncinya. Koji pun bergegas memeriksa semua barangnya dan ternyata tidak ada satu pun yang hilang. Koji membuka handphone-nya dan melihat-lihat semua fotonya bersama Maya.

"Maya... Akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu yang dulu dan kali ini... pasti..." kata Koji sambil mencium foto Maya di handphone-nya.

Di tempat lain, Teater Hayami di Stadion Tokyo yang baru, Ayumi terlihat semakin keras berlatih. Kali ini Ayumi latihan memakai trampolin. Banyak orang yang melihat latihan Ayumi menjadi bingung, apa hubungan trampolin dengan Bidadari Merah? Namun meskipun demikian gerakan-gerakan Ayumi membuat terkesima orang-orang yang melihatnya.

"Maya Kitajima!! Kamu boleh saksikan!! Akan kuperlihatkan padamu Bidadari Merah yang hanya aku yang bisa memerankannya! Aku pasti menang!! Bidadari Merah akan jadi milikku!" begitulah ikrar Ayumi di dalam hatinya.

Penyamaran Hijiri akhirnya tidak ketahuan oleh Koji. Hijiri memang tadi sempat masuk ke ruang ganti dan men-download semua foto-foto Koji bersama Maya di handphone Koji untuk dikirimkan pada bosnya, Masumi. Seusai dari pengintaiannya, Hijiri pun langsung menelepon Masumi.

"Pak Masumi, kejadian kemarin di laut itu sekarang sudah jadi gosip yang tersebar ke mana-mana. Saya tak tahu apakah hubungan keduanya itu akan berpengaruh pada akting mereka di Bidadari Merah atau tidak. Sebaiknya kita lihat dulu perkembangannya. Foto-foto yang saya kirim itu ada di handphone Koji. Dan itu kemungkinan bisa lolos ke pihak lain. Kalau itu terjadi, saya tak tahu akan dimanfaatkan seperti apa oleh mereka. Saya khawatir akan mempengaruhi keputusan juri. Ini hanya untuk berjaga-jaga..."

PRAAAAAAAAAANNNKKK.......!!!!!

Mizuki mendengar suara keras dari dalam ruangan Pak Masumi dan akhirnya Misuki bergegas berlari menuju ke sana. Ketika pintu ruangan Pak Masumi dibuka, Mizuki melihat foto Maya dan Koji tersebar di seluruh ruangan. Sebuah cangkir yang pecah juga didapatinya berserakan di lantai bersama foto-foto itu. Mizuki benar-benar terkejut melihat pemandangan itu. Sedangkan Pak Masumi saat itu terlihat sedang berdiri menatap ke luar jendela sambil merokok.


Share this post :
Tentang TopengKaca-Ku
TopengKaca-Ku lahir karena kecintaan yang begitu mendalam pada komik Topeng Kaca. Semoga TopengKaca-Ku bisa menjadi rumah bagi para Topeng Kaca Lovers khususnya yang ada di seluruh Indonesia. Thanks for visiting here
Jika teman-teman menyukai Artikel di TopengKaca-Ku, Silahkan klik di sini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu teman-teman akan mendapat info setiap ada artikel baru yang terbit di TopengKaca-Ku.

+ comments + 1 comments

22 Agustus 2015 17.50

Semua berita yang ada di website anda sangat menarik perhatian untuk di simak, salam sehat. . . !! Semoga beritanya dapat bermanfaat! share ya gan, thanks nih!!

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik ya.
Komentar TANPA NAMA (Anonymous) kemungkinan tidak akan direspons.

Gunakan Name/URL jika tidak mempunyai Google Accounts
- Nama: Masukkan nama Anda dengan jelas
- URL: Masukkan alamat email atau link web/blog Anda atau link Facebook account Anda.

 
Copyright © 2010. TopengKaca-Ku - All Rights Reserved
Site Owner: Mutiara Mawar Ungu