Headlines News :
Home » » Bayang-Bayang Jingga 5

Bayang-Bayang Jingga 5

Ditulis Oleh: MuTiaRa MawAr uNGu | Senin, 04 Oktober 2010 | 06:45 WIB | 0 comments




Serial Topeng Kaca:
Bayang-Bayang Jingga 5
Pengarang : Suzue Miuchi
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 979-637-346-7
EAN: 979-663-068-0
Tahun Terbit: 1996
Halaman: 188


Pengen Memiliki Komik Ini? Klik Di Sini...


Sinopsis Cerita

Gigitan Jane, Si Gadis Serigala

Madoka Enjoji tidak menyangka bahwa di resepsi pertunjukan perdana Isadora-nya, Maya justru mengambil perhatian banyak orang. Mereka dibuat terkesima oleh akting Maya dalam memerankan Isadora yang baru saja diperankan Enjoji. Dan tidak cukup sampai di situ, kini Masumi Hayami menantang Maya untuk menunjukkan perannya sendiri sebagai gadis serigala dalam pentasnya Forgotten Wilderness. Hal itu dilakukan Masumi untuk menarik perhatian para wartawan dan anggota Persatuan Drama Nasional. Meskipun Masumi melakukan hal itu semata-mata demi Maya, tapi jauh di dalam hatinya Maya begitu membenci Masumi. Maya menganggap Masumi melakukan semua ini untuk mempermalukannya di depan orang banyak.

Masumi berakting seolah-olah dia hendak memberikan makanan untuk Maya yang saat itu sedang menjadi Jane, si gadis serigala. Masumi terus melempar makanan ke sana kemari dan Jane berusaha untuk menangkap makanan itu. Semakin lama, Jane pun semakin terlihat marah dan buas. Pak Kuronuma yang menyaksikan itu, merasa puas karena pada akhirnya Jane memperlihatkan mimik serigala yang selama ini sangat diharapkannya. Pak Kuronuma tahu mengapa Masumi melakukan itu pada Maya sehingga dia membiarkan Maya menjadi Jane, si gadis serigala, di depan orang banyak. Lain halnya dengan Koji, dia tidak tega dan sekaligus tidak terima melihat Maya diperlakukan seperti itu oleh Masumi, karena Koji tidak tahu maksud di balik perlakuan Masumi. Koji sempat berteriak untuk menyuruh Maya berhenti, tapi Pak Kuronuma dan Masumi menghalanginya untuk menolong Maya. Semua orang terpana melihat aksi Maya, mereka melihat hal itu bukan sebagai akting lagi tapi mereka menganggap Maya persis seperti hewan liar. Madoka Enjoji, Ayumi Himekawa dan Shiori pun ikut menyaksikan pertunjukan itu.

Masumi tak segan-segan memukul Maya dengan jasnya sampai Maya benar-benar terjatuh ketika hendak menerkam Masumi. Setelah itu Masumi melempar makanan Maya ke atas tangga.

"Lho kenapa? Tuh makananmu di atas tangga! Atau kau mau melingkarkan ekor, lalu kabur? Ah, sorry, kamu tak berekor." 

Masumi mengatakan hal itu sambil tertawa terbahak-bahak. Tentu saja hal ini membuat seorang Jane menjadi sangat marah. Jane pun melompat dan menggigit tangan Masumi serta menyerobot jas yang saat itu dipegang oleh Masumi, lalu berlari menjauh sambil menggeram. Sesaat ketika Jane selesai menggigit dan berlari, seluruh orang di ruangan itu sekejap melihat sosok seekor serigala betulan. Pemandangan itu tentu sangat mengejutkan dan membuat takut semua orang yang menyaksikannya. Setelah Jane berhasil mendapatkan makanan yang dilempar Masumi ke tangga tadi, akhirnya Masumi mengatakan, "Permainan usai, Mungil."

Sesaat setelah itu Jane kembali menjadi Maya dan bangkit berdiri lalu melempar makanan yang didapatnya tadi ke muka Masumi. Maya benar-benar marah kali ini.

"Anda sudah puas, Pak Masumi? Dasar tak punya perasaan! Aku benci kamu! Aku ingin kamu mati!"

Usai berteriak seperti itu kepada Masumi, Maya berlari meninggalkan ruangan sambil menangis. Tak jauh berbeda dengan Maya, Koji pun juga marah melihat apa yang dilakukan oleh Masumi barusan.

"Pak Masumi, selama ini aku menyangka Anda orang terhormat, ternyata... Anda tak bermoral! Keterlaluan!"

Koji pun berlari menyusul Maya setelah marah-marah sama Masumi. Masumi terlihat biasa-biasa saja. Dia bahkan tidak merespons apapun meskipun dimaki-maki seperti itu oleh Maya dan Koji. Masumi berjalan meninggalkan ruangan sambil mengusap mukanya yang tadi sempat dilempar makanan oleh Maya. Sesaat kemudian dari balik kaca, Masumi melihat Koji sedang berusaha untuk menghibur dan menenangkan Maya. Koji memeluk pundak Maya yang saat itu sedang menangis. Masumi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa memandang Maya bersama Koji. Sementara itu, semua orang kini sedang membicarakan tentang pertunjukan gadis serigala.

"Hebat gadis serigala tadi..."
"Aku terpesona. Apa judulnya tadi? Aku pasti nonton."
"Lebih menarik daripada Isadora..."
"Iya, rasanya lebih berkesan daripada Isadora!"
"Sayang ya, kok tak ikut festival. Dengan gadis serigala tadi saja, bisa jadi heboh..."
"Barangkali semua Panitia Festival Seni itu orang bodoh, ya ?"

Ketua Pelaksana Persatuan Drama Nasional menghampiri Pak Kuronuma dan berkata, "Dengan melihat akting serigalamu tadi, tampaknya pentasmu bisa diharapkan, Kuronuma. Aku tunggu undanganmu."

Mendengar hal itu Pak Kuronuma pun jadi terkejut. Belum lagi melihat antusiasme orang-orang yang tadi menyaksikan Jane, si gadis serigala. Pak Kuronuma tidak menyangka kalau efek dari tantangan Masumi tadi akan berujung seperti ini.

"Hei dengar! Ketua Pelaksana Persatuan Drama Nasional serta Pak Fujimi, Direktur Perusahaan Sponsor Resmi Festival Seni, ternyata menaruh minat pada drama karya Pak Kuronuma. The Forgotten Wilderness, cerita tentang mendidik gadis serigala menjadi manusia. Kita harus melihatnya!"

Sementara itu, Pak Kuronuma dibuat kewalahan dengan kerumunan para wartawan yang ingin meliput tentang drama The Forgotten Wilderness.

"Maya, kamu memang hebat! Kamu berhasil mengalahkan pentas Isadora. Maya... Aku ingin segera bertarung denganmu." Ayumi berdecak kagum dalam hatinya. Dia benar-benar tidak sabar menantikan Maya kembali menjadi saingan satu-satunya untuk memperebutkan Bidadari Merah.

"Sejak kapan aku jadi terbiasa dengan kebiasaan ini... Untuk mengembalikan perasaanku, aku selalu mencari tempat yang sepi untuk menyendiri. Sejak kecil, aku diajarkan untuk mengabaikan semua perasaan, karena dengan begitu aku bisa mengendalikannya di depan orang lain. Kalaupun aku harus memperlihatkannya, sebenarnya itu hanya akting untuk suatu tujuan, bukan perasaan yang sebenarnya. Aneh... seharusnya aku sudah terbiasa begitu, tapi kenapa aku merasa capek ?"

Masumi menyendiri di tempat parkir sambil merokok. Seketika dia melihat darah di telapak tangannya yang tadi sempat digigit Maya dengan sekuat tenaga. Masumi mengangkat tangannya dan mencium bekas luka itu. Namun tak berapa lama kemudian, Masumi dikejutkan oleh suara Shiori yang memanggilnya. Shiori, yang sempat melihat Masumi menjilat luka di tangannya sendiri, sekarang sedang membalut tangan Masumi dengan sapu tangannya.

Kebenaran tentang Masumi

To Be Continued.... :)


Share this post :
Tentang TopengKaca-Ku
TopengKaca-Ku lahir karena kecintaan yang begitu mendalam pada komik Topeng Kaca. Semoga TopengKaca-Ku bisa menjadi rumah bagi para Topeng Kaca Lovers khususnya yang ada di seluruh Indonesia. Thanks for visiting here
Jika teman-teman menyukai Artikel di TopengKaca-Ku, Silahkan klik di sini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu teman-teman akan mendapat info setiap ada artikel baru yang terbit di TopengKaca-Ku.

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik ya.
Komentar TANPA NAMA (Anonymous) kemungkinan tidak akan direspons.

Gunakan Name/URL jika tidak mempunyai Google Accounts
- Nama: Masukkan nama Anda dengan jelas
- URL: Masukkan alamat email atau link web/blog Anda atau link Facebook account Anda.

 
Copyright © 2010. TopengKaca-Ku - All Rights Reserved
Site Owner: Mutiara Mawar Ungu